Hey Mind Reader

Beberapa waktu yang lalu ada seorang sahabat gw tanya, "eh lu bisa mbaca orang gak? Klo bisa ajarin dunk". Dengan belagak bloon langsung aj gw bilang "gak bisa" (aslinya jg gak bisa she wkwkwkwk). Pertanyaan tersebut mengingatkan gw waktu satu tahun lalu, waktu gw benar2 terobsesi yg namanya membaca orang dengan mengamati bahasa tubuhnya. Secara teoritis, manusia tuh bakal melakukan "pola" yang sama untuk melakukan beberapa ekspresi tententu, "pola" ini lah yang harus kita ingat2 betul. Contohnya, kalau orang lagi gelisah ada yang gigit2 jari, ngremes2 tanganx sendiri, bahkan ada beberapa orang yg mendadak perutnya mules kalau lagi bener2 grogi. Ekspresi yang umum dan dapat dilihat nyata2 itu namanya makro ekspresi, kita gak perlu mencermati sampe melotot2 karena emang dapat kita lihat dengan mudah. Selain makro ekspresi itu ada pula yang namanya mikro ekspresi, nah nih ekspresi yang lebih sulit dalam pengamatannya. Mikro ekspresi ini intinya kebalikan dari makro ekspresi, kalo makro bisa kita lihat dengan amat sangat jelas, tapi klo mikro gak terlihat dengan jelas. (Maksudnya??) Contohnya senyum mikro (senyum tipis yang terjadi dalam hitungan detik, dan biasanya tanpa kita sadari).
Gw mulai tertarik tentang pembacaan ekspresi tubuh ini setelah gw nonton film seri yang judulnya "LIE TO ME" (berbohonglah kepadaku". Disini diceritakan seorang Doktor bernama Carl Lightman yang memimpin sebuah lembaga bernama Lightman Group. Nah lembaga ini dipercaya sama polisi dan aparat penegak hokum untuk membongkar kasus kejahatan (caranya??). Cara mereka membongkar kasus ini cukup unik, mereka membaca mikro ekspresi dari tersangka maupun saksi untuk memperoleh data yang mereka butuhkan. Sering bnget tersangka maupun saksi memunculkan ekspresi yang berlawanan dengan keterangan mereka, dari ketidakcocokan ini dicarilah fakta2 lapangan dan keterangan2 lain yg berkaitan untuk dicari kebenarannya. Yang unik dari film seri ini adalah disini jg dijelaskan tentang ragam ekspresi, jadi selain kita, terhibur kita jg dapat pengetahuan. Dan dari film inilah yang menjadi dasar pengetahuan gw tentang mikro ekspresi.

Dalam prakteknya gw pernah nyoba mbaca ekspresi temen deket saya, ceritanya dia lagi punya masalah tpi dia gak bisa ngomongnya. Gw liat ekspresinya seperti ada yg disembuyiin, dengan sindiran2 tajam dan guyonan yang mengocok perut, gw pancing dia memunculkan ekspresi yg bisa membantu gw menarik benang merah dan gw berhasil! Waktu itu klo gaksalah dia barusan putus dengan pacarnya, dengan dengan PDNya dia mengatakan "I'm over him!" (gw dah lupain dia). Tapi ada hal kecil aneh yg gw liat dari ekspresi dia, yg disebut dengan ekspresi kebohongan. Gw berbicara dgn dia sambil menatap mata dia dengan sangat rilex (biar gak ketahuan klo lagi merhatiin ekspresi dia), dan waktu dia ngomong "over him" ada 2 hal yang merujuk pada sesuatu yg namanya kebohongan! Hal yang pertama adalah adanya penekanan intonasi pada kata "over" (hal ini membuktikan klo dia ingin membuat orang percaya apa yang dia katakan padahal dia bohong *klo menurut gw sih*). Hal yang kedua adalah secara gak sadar tiba2 mata dia melirik ke sebelah kiri (sejenis reflek bagi orang2 yg gak terbiasa berbohong). Setelah melihat semua itu dengan nada sinis gw bilang ke dia "lu bohong ya? Tuh blah blah blah (gw jelasin deh anilsa gw). Dan dia tetap menyangkal dan saya maklumi itu, toh akhirnya dia ngaku juga setelah beberapa hari gw pancing terus hohoho. Selain itu gw nyoba saat wawancara jg, waktu itu gw jadi interviewer test masuk organisasi yg gw hinggapi. Saat briefing gw kasih tau salah satu teman gw tanda2 orang lagi bohong (gak lengkap jg sih, lagian menurut gw gak terlalu penting klo terlalu detil). Dan dari hasil itu gak kaget gw klo ada gak sedikit yg berbohong dengan lihainya (menyembunyikan ekspresi) tapi intonasinya tetap berasa walau sedikit. Tpi ada satu yg agak gw bikin geleng2, ada orang yg penggugup (menurut gw), jadi gw bener2 angkat tangan klo mo baca dia, toh ekspresi dia gak menentu dan hal itu membuat saya kelimpungan. Jadi inilah yg saya simpulkan sebagai factor X.

Selain factor X yg berasal dari individu ada jg factor yg berperan cukup dominan yg bisa merusak prediksi gw saat pembacaan mikro ekspresi (apaan tuh?). Faktor itu adlah budaya! (Kok bisa??) Gw kasih contoh tentang budaya Jawa, di Jawa menatap mata orang saat berbicara dianggap tidak sopan, tpi dalam pelajaran mikroekspresi gak ngeliat mata orang yg diajak berbicara bisa berarti berbohong! Nah, jadi selain teori yg dapat kita baca lewat berbagai media kita jg butuh pengalaman. Membaca orang itu gak semudah mengeja "ini Toni" ataupun "ayah Budi seorang tentara", butuh proses pemahaman yg sangat mendalam dan sensitifitas dalam membaca ekspresi tubuh. Dan yg paling utama 2 hal tersebut dapat diperoleh dengan sering2 berinteraksi dengan orang. Jadi klo ada orang yg Tanya "lu bisa baca orang?", sebenernya jawabannya klo menurut gw "semua orang jg bisa" khususnya membaca orang2 terdekat kita.

Note: membaca orang emang menarik, mengamati betapa kikuknya mereka berbohong ataupun betapa maksanya mereka menyembunyikan berbagai ekspresi yg hati kecil mereka ingin utarakan. Meskipun dengan mempelajari mikroekspresi ini kita bisa berkata dengan lantang "you don't have to speak, cuz your body already speak to me" (kamu gak usah ngomong, krn tubuhmu dah ngomong ke aku), tapi ada hal yg cukup penting, yaitu tentang nurani. Yang terpenting bukanlah dia berbohong ataupun tidak tetapi mengapa mereka berbohong.

Komentar

  1. apik jun, penampilan'e oke banget! e
    suka sama header footernya, disaninnya juga oke..
    cum klo ku pribadi sukanya klo per page itu per tulisan, biar gak panjang2,, atu di slip wae lah...


    terus tulisan,, dirimu tuh nulis buat siapa? buat dirimu atau buat dibaca orang? tulisanmu itu egois jun....

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. ƍäª penting knp mereka bohong. Yang
    penting gimana kita bisa ungkap bohongnya
    mereka supaya
    mereka jera dan tidak jahat lagi, jangan lagi mereka merugikan dunia akhirat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer